Featured Posts

Bismillahirohmanirrohim

Selasa, 06 Desember 2011

BATUBARA part 4

Ciri khusus batubara dibandingkan dengan bijih adalah :
  1. Kualitas bijih dinyatakan dengan kadar logam
  2. Kualitas batubara dinyatakan dalam parameter-parameter  kualitas batubara.
Sifat kimia batubara  dinyatakan dalam :
            - analisa proksimat
            - analisa ultimat
            - nilai kalor
            - analisa komposisi abu
            - titik leleh abu
Sifat fisik batubara :
            - H G I
            - Nilai muai bebas ( Free Sweelling Index)
            - Gray King Index
            - Dilatometri


         Kadar air
     Air bebas : air yang terikat secara mekanik pd permukaan batubara, dlm retakan dan mempunyai tekanan uap normal.
   Kadar air ini dipengaruhi oleh kondisi pengeringan dan pembasahan selama penambangan, transportasi dan penyimpanan.
-          Air bawaan : air yang terikat secara fisik dalam batubara pd struktur pori-pori sebelah dalam. Kadar air ini akan bertambah besar dengan semakin turunnya peringkat batubara.
   Contoh : Antrasit : k.a. 1-2 %
                                      lignit       k.a.  45 %
         Abu (ash)
   sebagai sisa pembakaran batubara. Pada saat batubara belum dibakar, abu dalam bentuk mineral matter (mineral pengotor)
         Ada 2 macam mineral matter :
- Inherent Mineral Matter adalah pengotor yang masuk kedalam batubara pada saat proses pembentukan batubara.Inherent Mineral matter ini tidak dapat dihilangkan dengan pencucian batubara.
- Extraneous Mineral Matter, berasal dari lapisan penutup, lapisan dasar ataupun lapisan sisipan yang ikut terambil pada saat penambangan. Mineral matter ini dapat dihilangkan dengan cara pencucian
         Zat terbang (Volatile matter)
            merupakan gas-gas yang mudah terbakar seperti H2 , CO, CH4 dan gas CO2 . Zat terbang mempunyai hubungan yang erat dengan peringkat batubara, yaitu makin kecil prosentase zat terbang, makin tinggi peringkat batubara.
   Zat terbang tinggi (> 24 %) batubara akan mudah terbakar.
         Karbon tertambat (Fixed carbon)
         Adalah karbon yg terdapat dalam batubara yg berupa zat padat
           Fc = 100 – (A + VM + IM )
     VM : zat terbang
     A : kadar abu
     IM : kadar air bawaan
         Semakin tinggi FC , maka peringkat batubara semakin tinggi
         Perbandingan antara karbon tertambat dengan zat terbang disebut Fuel ratio. Harga nisbah ini juga menentukan peringkat batubara.
         Nilai kalor
         Nilai kalor batubara merupakan jumlah panas dari unsur yang teroksidasi seperti karbon, hidrogen dan sulfur dikurangi panas penguraian dari mmineral pengotor.
         Nilai kalor batubara dapat dibedakan menjadi dua :
     Gross calorivic value
     Net calorivic value : nilai kalor yang benar-benar dapat dimanfaatlan dalam pembakaran
         H G I  ( Hardgrove Grindability Index)
Suatu indeks yang menyatakan mudah atau sukarnya batubara untuk digerus hingga mendapatkan ukuran – 200 mesh.
Semakin tinggi angka H G I maka batubara semakin mudah digerus menjadi ukuran – 200 mesh.
         FSI (Free Swelling Index / indeks muai bebas) :
   suatu indeks yang menyatakan besarnya pemuaian batubara bila dipanaskan. Nilainya antara 0-9
         Bentuk Sulfur : dalam batubara ada 3 bentuk
            - Organik sulfur
     Piritic sulfur
     Sulfat
         Gray King Coke Type : adalah cara untuk menentukan tipe kokas dari batubara yang dilakukan proses karbonisasi.
         Dilatometri : adalah nilai yang menunjukkan terjadinya dilatasi (pengembangan) dan kontraksi (pengkerutan) dari batubara apabila dipanaskan pada kondisi tertentu.
         Dalam proses pemanasan batubara akan mengalami :
            - penguapan
            - pelunakan
            - dilatasi
            - kontraksi kemudian pemadatan kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate