Featured Posts

Bismillahirohmanirrohim

Selasa, 06 Desember 2011

BATUBARA part 4

Ciri khusus batubara dibandingkan dengan bijih adalah :
  1. Kualitas bijih dinyatakan dengan kadar logam
  2. Kualitas batubara dinyatakan dalam parameter-parameter  kualitas batubara.
Sifat kimia batubara  dinyatakan dalam :
            - analisa proksimat
            - analisa ultimat
            - nilai kalor
            - analisa komposisi abu
            - titik leleh abu
Sifat fisik batubara :
            - H G I
            - Nilai muai bebas ( Free Sweelling Index)
            - Gray King Index
            - Dilatometri

BATUBARA part 3

Pengotor (impuruties)
         1. Inherent Mineral matter (IMM): mineral yang masuk kedalam bahan pembentuk batubara saat proses pembentukan di rawa
         2.extraneous mineral matter (EMM): pengotor yang berasal dari kegiatan penambangan. EMM dapat dipisahkan dari batubara dengan cara pencucian.
Mineral matter ini apabila batubara dibakar, maka akan mengalami perubahan secara kimia menjadi abu.
Secara umum, untuk menghitung prosentase mineral matter, dapat dicari dengan rumus :
            MM =  1,1 x kadar abu
Atau   MM = 1,08 A + 0,55  S
Keterangan : A : kadar abu
                      S : kadar Sulfur

BATUBARA part 2

Faktor-faktor yg berpengaruh dalam pembentukan gambut :
1. Evolusi tumbuhan.
     Flora sbg bahan utama pembentuk batubara dan sebagai penentu terbentuknya berbagai type batubara. Metode untuk mengenal jenis tumbuhannya yaitu : paleobotani.
2. Iklim.
-          Iklim tropis, didaerah ini kecepatan tumbuh tanaman lebih besar, lebih banyak ragam tumbuhan, kecepatan tumbuh bisa mencapai 30meter per 7-9 tahun.
-          Iklim sedang dalam jangka waktu sama mencapai 5-6 meter.

BATUBARA part 1

Batubara adalah gabungan atau campuran dari beberapa macam zat organik yang mengandung karbon, hidrogen dan oksigen dalam ikatan kimia bersama-sama dengan sedikit sulfur dan nitrogen.
Mula jadi Batubara secara sederhana :
  1. Endapan berasal dr tumbuhan rawa yang mengalami proses penghancuran karena aktifitas bakteri
  2. Hasil berupa masa agar-agar mengalami pengendapan, penumpukan serta pemadatan.
  3. Pengaruh proses geologi: adanya peningkatan tekanan dan temperatur dan waktu geologi, maka akan terbentuk batubara.

Sabtu, 22 Oktober 2011

CARA PEMERIAN MINERAL


 1. Warna
            Bila suatu permukaan mineral dikenai suatu cahaya, maka cahaya yang mengenai permukaan mineral tersebut sebagian akan diserap ( absorbsi ) dan sebagian akan dipantulkan (refleksi). Warna penting untuk membedakan warna mineral akibat pengotoran dan warna asli (tetap) yang berasal dari elemen utama pada mineral tersebut.
            Warna mineral yang tetap dan tertentu karena elemen – elemen utama pada mineral tersebut disebut dengan nama Idiochromatic. Misalnya :
§  Sulfur berwarna kuning.
§  Magnetite berwana hitam.
§  Pyrite berwarna kuning loyang.
Warna akibat adanya campuran atau pengotor dengan unsur lain, sehingga memberikan warna yang berubah – ubah tergantung pada pengotornya diesbut dengan nama Allochromatic. Misalnya :
§  Halite warnanya dapat berubah – ubah, seperti : abu – abu, biru bervariasi, kuning, coklat gelap, merah muda.
§  Kuarsa tidak berwarna, tetapi karena ada campuran / pengotoran warnanya berubah – ubah menjadi :violet, merah muda, coklat kehitaman.

Pengertian Mineral


            Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan. Mineralogi antara lain mempelajari tentang sifat – sifat fisik, sifat – sifat kimia, tempat terdapatnya, cara terjadinya, dan kegunaannya.

            Mineral adalah benda padat homogen yang terdapat di alam / dibentuk oleh proses alam, bersifat anorganik, mempunyai sifat fisik dan kimia tetap, dan atom – atomnya tersusun secara teratur. Dari definisi di atas, maka mineral mempunyai suatu batasan – batasan, yaitu :

DOLOMIT


Salah satu contoh mineral karbonat adalah dolomit. Berdasrkan hasil pemetaan semi mikro yang dilaksanakan oleh Proyek Pemetaan Bahan Galian Golongan C TA.1993/1994 dolomit dijumpai di Kab. Tanah Karo dan Kab. Dairi. Kesampaian lokasi tersebut sangat baik dari segi sarana maupun prasarana yaitu dapat ditempuh melalui jalan beraspal dengan menggunakan bus atau kendaraan roda dua.

Dolomit yang dijumpai di daerah pengukuran pada umumnya bersifat keras, pada beberapa tempat menunjukan retakan-retakan yang terisi mineral-mineral kalsit sebagai mineral sekunder. Tidak dijumpai unsure geologi stuktur seperti strike/dip yang membantu untuk mengetahui arah penyebaran maupun ketebalan dolomit.

ASBESTOS


Contoh dari mineral metamorf adalah Asbestos. Mineral ini di gunakan dalam industri bahan bangunan yang dikenal sebagai asbes. Sebagai bahan bangunan, asbes tampil sebagai papan asbes yang umumnya dipakai sebagai plafon atau langit-langit rumah, dinding penyekat atau pemisah ruangan, dan sebagai pelapis dinding. Asbes juga banyak digunakan sebagai atap rumah.

TAHAPAN PENELITIAN


1.Tahap Perencanan / Persiapan.
Tahap Perencanan / Persiapan meliputi kegiatan inventarisasi data yang telah ada yang dilakukan oleh beberapa peneliti baik dari instansi pemerintah maupun kalangan swasta serta penelitian yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta. Hal ini cukup penting dilakukan untuk pemakaian kompilasi data yang akan diperoleh dan pengolahan data selanjutnya.

2.Tahap Pengambilan Data
Tahap pengambilan data meliputi pengambilan data yang langsung dilakukan di lapangan terhadap bahan galian yang mempunyai potensi ekonomis tinggi. Pengamatan langsung di lapangan berupa pengamatan keadaan morfologi, sketsa lokasi, pengukuran arah dan penyebaran bahan galian serta pengambilan contoh pada beberapa singkapan yang muncul ke permukaan.

MANGAN (PIROLUSIT DAN PSILOMELAN )


Pembahasan
Cebakan mangan dapat terjadi dalam cebakan hidrotermal, cebakan sedimenter, cebakan yang berasosiasi dengan aliran lava bawah laut, cebakan metamorfosa, cebakan laterit dan akumulasi residu.
Bijih mangan utama adalah pirolusit dan psilomelan, yang mempunyai komposisi oksida dan terbentuk dalam cebakan sedimenter dan residu. Mangan berkomposisi oksida lainnya namun berperan bukan sebagai mineral utama dalam cebakan bijih adalah bauxit, manganit, hausmanit, dan lithiofori.

 Ciri-ciri umum dan sifat fisika 
  • mangan mempunyai warna abu-abu besi dengan kilap metalik sampai submetalik 
  • kekerasan 2 – 6; berat jenis 4,8
  • massif, reniform, botriodal, stalaktit, serta kadang-kadang berstruktur fibrous dan radial
  • Sekitar 90% mangan dunia digunakan untuk tujuan metalurgi, yaitu untuk proses produksi besi-baja.

EMAS (AURUM; Au)


Pembahasan
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser.

Ciri-ciri umum dan sifat fisika 
Emas merupakan logam yang bersifat lunak; kekerasannya antara 2,5 – 3 (skala Mohs); berat jenisnya tergantung pada jenis mineral penyerta lainnya. Mineral penyerta tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.

BAUKSIT (BUHMIT DAN GIBSIT)



Pembahasan
Bijih bauksit dapat terbentuk di daerah tropika dan subtropika dengan memungkinkan adanya pelapukan yang sangat kuat. bauksit terbentuk dari batuan sedimen yang mempunyai kadar Al nisbi tinggi, kadar Fe rendah dan kadar kuarsa (SiO2) bebasnya sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali. Batuan tersebut (misalnya sienit dan nefelin yang berasal dari batuan beku, batu lempung, lempung dan serpih). Batuan-batuan tersebut akan mengalami proses lateritisasi, yang kemudian oleh proses dehidrasi akan mengeras menjadi bauksit.Bauksit dapat ditemukan dalam lapisan mendatar tetapi kedudukannya di kedalaman tertentu.

Sifat kimia 
Bauksit merupakan bahan yang heterogen, yang mempunyai mineral dengan susunan terutama dari oksida aluminium, yaitu berupa mineral buhmit (Al2O3H2O) dan mineral gibsit (Al2O3.3H2O). Secara umum bauksit mengandung Al2O3 sebanyak 45 – 65%, SiO2 1 – 12%, Fe2O3 2 – 25%, TiO2 >3%, dan H2O 14 – 36%.

KROMIT


Pembahasan
Kromit dapat terjadi sebagai endapan primer, yaitu: tipe cebakan stratiform dan podiform, atau sebagai endapan sekunder berupa pasir hitam dan tanah laterit. Di Indonesia kromit terbentuk pada batuan induknya yaitu ofiolit.

Sifat kimia 
Mineral ini mempunyai komposisi kimia FeCr2O3. Komposisi kimia kromit sangat bervariasi karena terdapat usur-unsur lain yang mempengaruhinya, karena itu berdasarkan nisbah Cr : Fe, kromit dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: kromit kaya krom, kaya aluminium, dan kaya besi.

ZEOLIT ( KLINOPTIROTIT )

Pembahasan
Zeolit alam merupakan senyawa alumino silikat terhidrasi, dengan unsur utama yang terdiri dari kation alkali dan alkali tanah. Senyawa ini berstruktur tiga dimensi dan mempunyai pori-pori yang dapat diisi oleh molekul air. Zeolit alam terbentuk dari reaksi antara batuan tufa asam berbutir halus dan bersifat riolitik dengan air pori atau air meteorik

Sifat kimia 
Mineral zeolit yang paling umum dijumpai adalah klinoptirotit (Na3K3)(Al6Si30O72).24H2O. Ion Na+ dan K+ merupakan kation yang dapat dipertukarkan, sedangkan atom Al dan Si merupakan struktur kation dan oksigen yang akan membentuk struktur tetrahedron pada zeolit. Molekul-molekul air dalam zeolit merupakan molekul yang mudah lepas.

Jumat, 21 Oktober 2011

ZIRKON


Pembahasan
Mineral zirkon terbentuk sebagai mineral asseccories pada batuan yang mengandung Na-feldspar (pada batuan beku asam dan batuan metamorf). Jenis cebakannya dapat berupa endapan primer atau endapan sekunder.

Sifat kimia 
Mineral utama yang mengandung unsur zirkonium adalah zircon / zirkonium silika (ZrO2.SiO2) dan baddeleyit / zirkonium oksida (ZrO2). Kedua mineral ini dapat dijumpai dalam bentuk senyawa dengan hafnium. Pada umumnya zirkon mengandung unsur besi, kalsium sodium, mangan, dan unsur lainnya.

KALSIT (BATU BINTANG)

Pembahasan
Mineral kalsit adalah salah satu mineral pembentuk batugamping, Dilihat dari kejadiannya, kalsit secara umum berkaitan erat dengan batu-gamping dan aktifitas magma.

Sifat Kimia
Dengan unsur kimia pembentuknya terdiri dari kalsium (Ca) dan karbonat (CO3), Unsur kalsium dalam mineral kalsit dapat tersubtitusi oleh unsur logam sebagai pengotor yang dalam prosentasi tertentu dapat membentuk mineral lain. Dengan adanya substitusi ini ada perubahan dalam penulisan rumus kimia yaitu CaFe (CO3)2 dan MgCO3 (subtitusi Ca oleh Fe), CaMgCO3, Ca2MgFe (CO3)4 (subtitusi oleh Mg dan Fe) dan CaMnCO3 (substitusi oleh Mn). 

Kamis, 20 Oktober 2011

PHOSPAT


A. GENESA PHOSPAT

Genesa batuan phospat terjadi dalam gua-gua gunung kapur sebagai hasil proses reaksi kimia antara kotoran, urine, bangkai burung-burung dan kelelawar yang tinggal menempati gua-gua tersebut dengan batuan kapur dengan batuan waktu dan suhu yang berlangsung cukup lama sehingga terjadi penkarbonatan pada endapan phospat tersebut. .
Umumnya batuan phospat mengandung mineral cryptokristalin yang terdiri dari tri calcium phospat dengan bermacam-macam prosentase kandungan air dan mengandung sedikit Kalsium Carbonat (CaCO3), umumnya kurang dari 10 % kandungan flourite dengan prosentase 3 sampai 4 % dan zat organik lainnya.
Berdasarkan mineral pembentuk yang dikandungnya maka bantuan phospat dapat dibagi menjadi :
a.       Calsium Phospat
b.      Alumina Phospat
c.       Ferro Phospat
d.      Kalium-Alumina Phospat.

BENTONIT


A. GENESA BENTONIT
Bentonit adalah sejenis lempung yang mengandung mineral Montmorilonit, Bentonit sebagai mineral lempung yang terdiri dari 85% Montmorilonit yang mempunyai rumus kimia A12 O3 4SiO2 x H2O.
Genesa Bentonit secara umum dapat dibagi menjadi 4 (empat) macam yaitu :
a.       Terjadi karena pengaruh pelapukan.
b.       Terjadi karena pengaruh hydrothermal.
c.    Terjadi karena akibat devitrivikasi dari tufa gelas yang diendapkan di dalam air (lakustrin sampai neritic).
d.      Terjadi karena proses pengendapan kimia dalam suasana basa (alkali) dan sangat silikan.

METODE PENAMBANGAN DENGAN SISTEM HIDRAULICKING ATAU TAMBANG SEMPROT


Metode tambang semprot pada penambangan endapan timah sekunder merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi :
1.      Pengupasan lapisan penutup atau Over Burden.
2.      Pembongkaran endapan bijih tersebut.
3.    Pemisahan dan pemurnian antara Konsentrat ( mineral yang dikehendaki ) dan Tailing ( kotoran yang menyertai )
Metode ini dapat diterapkan dengan syarat-syarat tertentu yaitu:
  1. Tebal overburden kurang dari 10 meter
apabila ketebalan lapisan penutup atau Over burden lebih dari 10 meter metode ini sulit diterapkan mengingat media yang digunakan adalah media air dan tentunya lumpur pengotornya semakin banyak sehingga bila ketebalan lebih dari 20 meter lebih baik dengan tambang dalam bila setelah dihitung BESR ( bench striping ratio ) nya menguntungkan.

PLACER ATAU ALUVIAL



            Yang dimaksud placer adalah endapan bahan galian atau batuan yang telah mengalami proses pelapukan dan transportasi kemudian terendapkan ditempat yang lebih rendah. Endapan placer termasuk endapan sekunder dan endapan ini terdiri dari endapan eluvial dan alluvial. Endapan bijih aluvial dibagi menjadi dua :
Ø  Endapan Bijih Kaksa ( Timah )
Terjadi akibat proses erosi selektif dimana mineral yang berat ( kasiterit ) terendapkan sedangkan mineral yang ringan terbawa jauh. Endapan ini dicirikan lokasi terdapatnya dilembah - lembah dan di atas bed rock serta butirannya tidak semua besar atau kasar.
Ø  Endapan bijih Meincan
Terjadi akibat adanya proses erosi kembali terhadap bentuk morfologi dari bijih yang tadinya tersebar luas. Ciri-ciri endapan ini yaitu terdapat dilembah endapannya tipis dan butirannya hampir bulat.

Pendahuluan

Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas).

Ilmu Pertambangan  ialah ilmu yang mempelajari secara teori dan praktek hal-hal yang berkaitan dengan industri pertambangan berdasarkan prinsip praktek pertambangan yang baik dan benar (good mining practice).

Sabtu, 15 Oktober 2011

Manajemen Tambang 1


Pengertian managemen :
*Stoner & Wonkel
managemen adl proses merencanakan mengorganisasikan, memimpin mengendalikan usaha2 organisasi dan proses penggunaan sumberdaya organisasi, utk mencapai tujuan  organisasiyg sudah diterapkan.
*Terri
managemen :Proses tertentu yg terdiri dr kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan sumberdaya manusia dan smbr daya bahan u/ mencapai 7an yg ditetapkan

Management 
Kemampuan untuk memperoses perencanaan, pengorganisasian,pelaksanaan dan pengendalian yg dilakukan utk menentukan dan pencapaian tujuan yg disebutkan dgn menggunakan manusia dan sumber – sumber lainnya.
Manager 
Seseorang yg mendapatkan hasil melalui orang lain (segi tanggung jawabnya berbeda ).
Fungsi–fungsi management scr sistematis / urutan ada 5 macam :
1.Perencanaan 
2.Organisasi 
3.koordinasi 
4.Pengarahan 
5.Evaluasi.

Jawaban essay Tambang Bawah Tanah

5 aspek kepopuleran Tambang Bawah Tanah dibandingkan Tambang Terbuka yaitu :

Ø  Keunggulan tambang bawah tanah
a.       Tidak terpengaruh cuaca karena bekerja dibawah permukaan tanah
b.      Kedalaman penggalian hampir tak terbatas karena tidak berkait dengan SR
c.    Secara umum beberapa metode tambang bawah tanah lebih ramah lingkungan (misal: cut and fill, shrinkage stoping, stope and pillar)
d.      Dapat menambang deposit dengan model yang tidak beraturan
e.       Bekas penggalian dapat ditimbun dengan tailing dan waste.

Ø  Kelemahan tambang bawah tanah
a.       Perlu penerangan
b.      Semakin dalam penggalian maka resiko ambrukan semakin besar
c.       Produksi relatif lebih kecil dibandingkan tambang terbuka
d.      Problem ventilasi, bahan peledak harus yang permissible explossive, debu, gas-gas beracun.
e.       Masalah safety dan kecelakaan kerja menjadi kendala
f.        Mining recovery umumnya lebih kecil
g.       Losses dan dilusi umumnya lebih susah dikontrol

Jumat, 14 Oktober 2011

Material Balance dan Metallurgical Balance

             MaterialBalance adalah suatu neraca kesetimbangan pada Pengolahan Bahan Galian dimana jumlah partikel umpan yang masuk dalam alat pengolahan hasilnya sama dengan jumlah material yang keluar.
 F = C + T
Keterangan :
 F = Berat material umpan/Feed (ton)
 C = Berat konsentrat (ton)
 T = Berat tailing (ton)
 

Tahapan Pengolahan Bahan Galian

             Dalam kegiatan Pengolahan Bahan Galian terdapat beberapa tahap yang dilakukan, yaitu :
 
1. Preparasi
a. Kominusi
         Adalah proses meredksi ukuran butir sehingga menjadi lebih kecil dari ukuran semula. Hal ini dapat dilakukan dengan crushing (peremukan) untuk proses kering, sedangkan grinding (penggilingan) digunakan untuk proses basah dan kering. Selain untuk mereduksi ukuran butir, kominusi juga untuk meliberasi bijih, yaitu proses melepaskan mineral bijih dari ikatannya yang merupakan gangue mineral. Alat yang digunakan dalam proses ini adalah crusher dan grinding mill. 

Studi Bahan Baku

            Proses Pengolahan Bahan Galian merupaka jembatan antara penambangan dengan eksstaksi logam (metallurgi ekstraksi). Karena Pengolahan Bahan Galian mendasarkan atas sifat fisik mineral, maka informasi mengenai mineral yang terkandung dalam bahan galian sangan diperlukan, misalnya :
1. Macam dan komposisi mineral dalam bahan galian
2. Kadar masing-masing mineral
3. Besar kecilnya ukuran (distribusi ukuran)
4. Derajat liberasi (kebebasan) dari mineral
          Derajat Liberasi adalah perbandingan antara mineral yang terliberasi sempurana dengan jumlah mineral yang sama keseluruhan.

Definisi Pengolahan Bahan Galian

Pengolahan Bahan Galian merupakan proses pemisahan mineral berharga dari mineral tidak berharga (gangue), yang dilakukan secara mekanis, menghasilkanproduk yang kaya mineral berharga (konsentrat) dan produk yang mineralnya berkadar rendah (tailing). Proses pemisahan ini didasarkan atas sifat fisik mineral maupun sifat kimia fisika permukaan mineral dan diupayakan menguntungkan. 

Keuntungan dari Pengolahan Bahan Galian adalah :
1. Secara Ekonomis
a. Mengurangi ongkos angkut tiap ton logam dari lokasi penambangan ke pabrik pengolahan, karena sebagian mineral tidak berharga (waste mineral) telah terbuang selama proses pengolahan dan kadar bijih sudah ditingkatkan.
b. Mengurangi jumlah Flux yang ditambahkan dalam peleburan serta mengurangi metal yang hilang bersama Slag.
c. Mengurangi biaya peleburan tiap ton logam yang dihasilkan, sebab dalam peleburan tonase logan yang dihasilkan lebih banyak (dalam waktu yang sama) bila dibandingkan dengan peleburan tanpa diawali dengan Pengolahan Bahan Galian.

Macam Bahan Galian

Bahan Galian digunakan sebagai salah satu baku dalam suatu industri, dengan persyaratan tertentu. Untuk itu harus dilakukan pengolahan sebelum dipergunakan.

Macam Bahan Galian
 
 Bahan galian menurut pemanfaatannya dikelompokkan atas :

1. Bahan Galian Logam/Bijih/Ore
       Dari pengolahan dapat diambil dan dimanfaatkan logamnya, seperti timah putih, besi, tembaga, nikel, emas, perak, dll.
Pengolahan tahap pertama biasanya disebut dengan Ore Dressing karena yang diolah adalah ore/bijih, disebut juga Mineral Processing karena hasil dari proses masih berupa mineral, dan disebut juga sebagai Unit Operation karena proses ini berdasarkan sifat mineralnya.

Tugas Pengetahuan Lingkungan

Masalah-Masalah Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahkluk hidup termasuk didalamnya manusia & perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahkluk hidup lainnya

Pengelolaan Lingkungan Hidup yaitu upaya terpadu dalam pemanfaatan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan dan pengembangan lingkungan hidup

Masalah-Masalah Lingkungan Hidup 
2. Pemanfaatan & pengelolaan sumberdaya yang kurang bijaksana 
3. Kurang terkendalinya pemanfaatan teknologi maju 
4. Dampak negatif yang sering timbul dari kemajuan ekonomi 
5. Benturan tata ruang

Istilah Tambang Urutan Abjad F

Face
permukaan kerja tambang batubara dimana batubara sedang diproduksikan. Dapat juga berarti permukaan tegak dari batuan yang terbentuk akibat peledakan atau dinding yang sedang dikerjakan (permukaan panel batubara) bila dipakai sebagai istilah lubang buka tambang batubara dalam (lihat juga front).

Face cleat
belahan atau kekar dengan bentuk bidang yang sangat baik (jelas) pada lapisan batubara. juga berarti susunan (sistem) belahan dan kekar pada lapisan batubara.

Istilah Tambang Urutan Abjad E


Easting
jarak atau arah pengukuran ketimur dari garis atau titik awal ukur (datum) utara-selatan.

Eksploitasi
proses untuk menghasilkan minyak bumi, gas, batubara, bahan galian lain dan batuan dari kulit bumi yang telah diselidiki dan telah dipersiapkan. Eksploitasi hanya dapat dilaksanakan atas dasar izin K.P.Eksloitasi.

Istilah Tambang Urutan Abjad D


DAF
singkatan dari dry ash free, conto batubara dengan asumsi kadar kelembaban (air) dan abu telah dihilangkan (secara teori).

Istilah Tambang Urutan Abjad C


C
simbol kimia dari unsur karbon. Juga merupakan salah satu jenis batubara kokas yang kompak tapi rapuh dan ukurannya tetap pada tes karbonasi menurut Gray-King.

Kehilangan Hari Akibat Kecelakaan

1.        Tabel kehilangan hari kerja akibat kecelakaan
Sumber:
Judul Buku     : Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pengarang      : SILALAHI, Bennet N. B.; Silalahi; Rumondang B.
Penerbit         : Pustaka Binaman Presindo

EKOSISTEM

Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009,
Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Mineral

Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawa anorganik biasanya tidak termasuk). Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi.

Jumat, 07 Oktober 2011

Istilah Tambang Urutan Abjad B

Backfill
Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian tambang batubara atau galian sipil lainnya. Kata ini juga dipakai sebagai kata kerja, yang berarti pekerjaan pengisian bekas penggalian. Dalam tambang batubara backfill lebih sering diartikan sebagai pekerjaan mengisi galian bekas endapan batubara beserta tanah penutupnya dengan tanah kupasan. Cara ini sangat dianjurkan dari segi teknis ekonomis teknik penambangan maupun dari segi dampak lingkungan, karena jarak pengangkutan kecil dan tanh buangan tidak memerlukan tambahan lahan disekitarnya. Backfill dapat juga berasal dari tambang dalam yang diangkut keluar hasil penggalian terowongan, jalan menuju kepermukaan kerja baru (pekerjaan persiapan) 

Istilah Tambang Urutan Abjad A


Abu       
Sisa pembakaran dari mineral-mineral yang tidak hangus dalam batubara seperti lempung, kuarsa, pasir, lanau dan belerang bila batubara dibakar. Mineral-mineral tersebut secra kimia dan fisika sama dengan lempung, kuarsa, pasir, lanau, dan belerang yang terdapat di alam.

Sesar dan Lipatan

Sesar adalah suatu rekahan yang memperlihatkan pergeseran cukup besar dan sejajar dengan bidang rekahan yang terbentuk. Pergeseran yang terjadi sepanjang garis lurus atau perputaran.

Geologi Struktur


Geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk arsitektur/ struktur kerak bumi beserta gejala-gejala geologi yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan bentuk (deformasi) pada batuan.

Translate