Featured Posts

Bismillahirohmanirrohim

Sabtu, 22 Oktober 2011

DOLOMIT


Salah satu contoh mineral karbonat adalah dolomit. Berdasrkan hasil pemetaan semi mikro yang dilaksanakan oleh Proyek Pemetaan Bahan Galian Golongan C TA.1993/1994 dolomit dijumpai di Kab. Tanah Karo dan Kab. Dairi. Kesampaian lokasi tersebut sangat baik dari segi sarana maupun prasarana yaitu dapat ditempuh melalui jalan beraspal dengan menggunakan bus atau kendaraan roda dua.

Dolomit yang dijumpai di daerah pengukuran pada umumnya bersifat keras, pada beberapa tempat menunjukan retakan-retakan yang terisi mineral-mineral kalsit sebagai mineral sekunder. Tidak dijumpai unsure geologi stuktur seperti strike/dip yang membantu untuk mengetahui arah penyebaran maupun ketebalan dolomit.

ASBESTOS


Contoh dari mineral metamorf adalah Asbestos. Mineral ini di gunakan dalam industri bahan bangunan yang dikenal sebagai asbes. Sebagai bahan bangunan, asbes tampil sebagai papan asbes yang umumnya dipakai sebagai plafon atau langit-langit rumah, dinding penyekat atau pemisah ruangan, dan sebagai pelapis dinding. Asbes juga banyak digunakan sebagai atap rumah.

TAHAPAN PENELITIAN


1.Tahap Perencanan / Persiapan.
Tahap Perencanan / Persiapan meliputi kegiatan inventarisasi data yang telah ada yang dilakukan oleh beberapa peneliti baik dari instansi pemerintah maupun kalangan swasta serta penelitian yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta. Hal ini cukup penting dilakukan untuk pemakaian kompilasi data yang akan diperoleh dan pengolahan data selanjutnya.

2.Tahap Pengambilan Data
Tahap pengambilan data meliputi pengambilan data yang langsung dilakukan di lapangan terhadap bahan galian yang mempunyai potensi ekonomis tinggi. Pengamatan langsung di lapangan berupa pengamatan keadaan morfologi, sketsa lokasi, pengukuran arah dan penyebaran bahan galian serta pengambilan contoh pada beberapa singkapan yang muncul ke permukaan.

MANGAN (PIROLUSIT DAN PSILOMELAN )


Pembahasan
Cebakan mangan dapat terjadi dalam cebakan hidrotermal, cebakan sedimenter, cebakan yang berasosiasi dengan aliran lava bawah laut, cebakan metamorfosa, cebakan laterit dan akumulasi residu.
Bijih mangan utama adalah pirolusit dan psilomelan, yang mempunyai komposisi oksida dan terbentuk dalam cebakan sedimenter dan residu. Mangan berkomposisi oksida lainnya namun berperan bukan sebagai mineral utama dalam cebakan bijih adalah bauxit, manganit, hausmanit, dan lithiofori.

 Ciri-ciri umum dan sifat fisika 
  • mangan mempunyai warna abu-abu besi dengan kilap metalik sampai submetalik 
  • kekerasan 2 – 6; berat jenis 4,8
  • massif, reniform, botriodal, stalaktit, serta kadang-kadang berstruktur fibrous dan radial
  • Sekitar 90% mangan dunia digunakan untuk tujuan metalurgi, yaitu untuk proses produksi besi-baja.

EMAS (AURUM; Au)


Pembahasan
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser.

Ciri-ciri umum dan sifat fisika 
Emas merupakan logam yang bersifat lunak; kekerasannya antara 2,5 – 3 (skala Mohs); berat jenisnya tergantung pada jenis mineral penyerta lainnya. Mineral penyerta tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.

BAUKSIT (BUHMIT DAN GIBSIT)



Pembahasan
Bijih bauksit dapat terbentuk di daerah tropika dan subtropika dengan memungkinkan adanya pelapukan yang sangat kuat. bauksit terbentuk dari batuan sedimen yang mempunyai kadar Al nisbi tinggi, kadar Fe rendah dan kadar kuarsa (SiO2) bebasnya sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali. Batuan tersebut (misalnya sienit dan nefelin yang berasal dari batuan beku, batu lempung, lempung dan serpih). Batuan-batuan tersebut akan mengalami proses lateritisasi, yang kemudian oleh proses dehidrasi akan mengeras menjadi bauksit.Bauksit dapat ditemukan dalam lapisan mendatar tetapi kedudukannya di kedalaman tertentu.

Sifat kimia 
Bauksit merupakan bahan yang heterogen, yang mempunyai mineral dengan susunan terutama dari oksida aluminium, yaitu berupa mineral buhmit (Al2O3H2O) dan mineral gibsit (Al2O3.3H2O). Secara umum bauksit mengandung Al2O3 sebanyak 45 – 65%, SiO2 1 – 12%, Fe2O3 2 – 25%, TiO2 >3%, dan H2O 14 – 36%.

KROMIT


Pembahasan
Kromit dapat terjadi sebagai endapan primer, yaitu: tipe cebakan stratiform dan podiform, atau sebagai endapan sekunder berupa pasir hitam dan tanah laterit. Di Indonesia kromit terbentuk pada batuan induknya yaitu ofiolit.

Sifat kimia 
Mineral ini mempunyai komposisi kimia FeCr2O3. Komposisi kimia kromit sangat bervariasi karena terdapat usur-unsur lain yang mempengaruhinya, karena itu berdasarkan nisbah Cr : Fe, kromit dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: kromit kaya krom, kaya aluminium, dan kaya besi.

Translate